Bangkalan — Proyek pembangunan Jalan Kwanyar–Jenteh yang digarap oleh PT Duta Abadi Lancar Mandiri belakangan ini menjadi sorotan aktivis dan masyarakat sekitar. Proyek tersebut ramai diperbincangkan setelah muncul berbagai keluhan warga terkait dampak yang ditimbulkan selama proses pengerjaan berlangsung.
Belakangan beredar informasi bahwa pelaksanaan proyek jalan tersebut diduga menyebabkan kerusakan pada pekarangan warga serta menghambat aktivitas fasilitas kesehatan di kawasan terdampak, hal ini terlansir di portalnusantaranews.co.id.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Gerakan Humanisme, Sakib Mahmud, menyatakan bahwa masih banyak kejanggalan dalam pemasangan dan pengerjaan proyek Jalan Kwanyar–Jenteh. Ia menilai klaim pihak pelaksana proyek yang menyebut pekerjaan telah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebagaimana di lansir di timesindo.com pada 31 Desember 2025, tidak sejalan dengan kondisi nyata di lapangan.
“Jika melihat data dan fakta di lapangan, klaim proyek ini sesuai RAB justru terkesan hanya sebatas pencitraan. Pekarangan warga yang roboh akibat pengerjaan proyek hingga kini belum mendapatkan ganti rugi dari pihak kontraktor,” ujar Sakib.
Selain itu, Sakib mengungkapkan bahwa sejumlah fasilitas umum dan usaha milik warga masih mengalami kendala operasional akibat dampak proyek tersebut. Salah satunya adalah klinik kesehatan yang gagal beroperasi dan belum dapat diresmikan karena akses masuk yang terganggu.
"Kemarin pemilik kliniknya menemui saya, menyampaikan bahwa ia berencana untuk beroperasi akhir tahun kemarin, tapi karna tidak diberi akses untuk kendaraan medis, tidak dikembalikan seperti semula jadi belum bisa beroperasi sesuai rencana" Jelas Sakib
Tak hanya itu, usaha masyarakat seperti pom mini juga terpaksa dihentikan sementara. Hal tersebut disebabkan oleh penutupan gorong-gorong dan pengaturan akses jalan yang tidak dilakukan secara merata dan memadai, sehingga dinilai membahayakan keselamatan serta menghambat aktivitas ekonomi warga.
“Pembangunan seharusnya membawa manfaat bagi masyarakat, bukan justru menimbulkan kerugian. Ketika fasilitas kesehatan dan usaha kecil terdampak, maka ada persoalan serius yang harus segera dievaluasi,” tegasnya.
Gerakan Humanisme mendesak instansi teknis terkait agar segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan transparan. Jika ditemukan ketidaksesuaian antara pelaksanaan proyek dengan perencanaan maupun standar teknis, pihaknya meminta agar ada tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
Masyarakat berharap proyek Jalan Kwanyar–Jenteh segera dibenahi agar tidak terus menimbulkan dampak negatif, serta benar-benar dikerjakan dengan mengedepankan keselamatan, keadilan, dan kepentingan publik.
Lebih lanjut Sakib menegaskan bahwa pihaknya akan melaksanakan demonstrasi pada Senin 05 Januari 2026 untuk menuntut keadilan bagi masyarakat terdampak.
"Kami tegas, akan melaksanakan demonstrasi Senin besok, untuk menuntut pertanggungjawaban atas kerugian warga, bahkan kami siap menempuh jalur hukum, jika demonstrasi besok tidak menemukan titik terang". Pungkasnya (red lim)
dibaca
Posting Komentar
0Komentar